Kumpulan Hadis Nabi Tentang Cinta: Hadis Nabi Tentang Cinta
Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur'an. Berikut ini adalah beberapa Kumpulan Hadis Nabi Tentang Cinta tentunya berkaitan dengan cinta yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga dengan mengetahui dan mengamalkan hadits-hadits tentang cinta ini, kita dapat mejadi orang yang lebih baik.
1. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah. Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman."
2. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah."
Sahabat bertanya:
"Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka?"
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menjawab:
"Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita." (H.R. Abu Daud)
3. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan–pasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang berfikir." (QS. Ar-Ruum: 21)
4. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya." (H.R. Hakim)
5. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda yang artinya sebagai berikut:
"Syirik itu lebih halus dari perjalanan semut yang halus di atas batu licin, di malam gelap gulita dan serendah – rendahnya syirik adalah engkau mencintai seseorang karena kekurangannya dan membenci seseorang karena ke adilannya. Bukanlah agama itu, kecuali cinta dan benci."
6. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku." (H.R. Muslim)
7. Allah SWT. berfirman:
"Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku." (Hadits Qudsi)
8. Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
Kau mau kemana?
Ia menjawab, "Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini"
Malaikat terus bertanya, "Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu?"
Ia menjawab, "Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT"
Malaikat berkata, "Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya". (H.R. Muslim)
9. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka." (H.R. Bukhari-Muslim)
10. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut." (H.R. Tabrani)
11. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu." (HR. Al-Tirmidzi)
12. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!." (HR. Muslim)
13. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai." (H R. Al-Tirmidi)
14. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, "siapa mereka itu?", "mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah 'Azzawajalla." (HR. Ahmad)
Itulah beberapa Kumpulan Hadis Nabi Tentang Cinta, dimana kita bisa mengurai makna dari kata cinta. Mudah-mudahan bermanfaat. Aamiiin
*** Hadits dirangkum dari berbagai sumber.
Terima kasih telah membaca artikel: Kumpulan Hadis Nabi Tentang Cinta
Sumber:
Catatan Kecilku
Selasa, 25 Juni 2013
Jumat, 21 Juni 2013
PUPUH
PuApuh Sunda
Kumpulan 17 Pupuh Sunda.
Asmarandana
Laras: Salendro
Watek: silih asih silih pikanyaah atawa mepelingan.
1 Pada := 7 padalisan.
Watek: silih asih silih pikanyaah atawa mepelingan.
1 Pada := 7 padalisan.
Eling eling mangka eling ( 8 engang – vokal i / E-ling-e-ling-
mang-ka-e-ling (jumlah 8), ling panungtung vokalna i)
rumingkang di bumi alam( 8 – a )
darma wawayangan bae ( 8 – e )
raga taya pangawasa ( 8 – a )
lamun kasasar lampah ( 7 – a )
nafsu nu matak kaduhung ( 8 – u )
badan anu katempuhan ( 8 – a )
mang-ka-e-ling (jumlah 8), ling panungtung vokalna i)
rumingkang di bumi alam( 8 – a )
darma wawayangan bae ( 8 – e )
raga taya pangawasa ( 8 – a )
lamun kasasar lampah ( 7 – a )
nafsu nu matak kaduhung ( 8 – u )
badan anu katempuhan ( 8 – a )
Panambih:
Eling-eling masing eling
Di dunya urang ngumbara
Laku lampah nu utama
Asih ka papada jalma
Ucap tekad reujeung lampah
Tingkah polah sing merenah
Runtut rukun sauyunan
Hirup jucung panggih jeung kamulyaan
Di dunya urang ngumbara
Laku lampah nu utama
Asih ka papada jalma
Ucap tekad reujeung lampah
Tingkah polah sing merenah
Runtut rukun sauyunan
Hirup jucung panggih jeung kamulyaan
——————-
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Balakbak
Watek: pikaseurieun.
1 pada := 3 padalisan.
1 pada := 3 padalisan.
Aya warung sisi jalan rame pisan – Citameng(15-e)
Awewena luas luis geulis pisan – ngagoreng (15-e)
Lalakina lalakina los ka pipir nyoo monyet – nyanggereng (19-e).
Awewena luas luis geulis pisan – ngagoreng (15-e)
Lalakina lalakina los ka pipir nyoo monyet – nyanggereng (19-e).
Panambih:
Aya warung sisi jalan
Rame pisan ku nu jajan
Tihothat nu ngaladangan
Nu jarajan sukan-sukan
Rame pisan ku nu jajan
Tihothat nu ngaladangan
Nu jarajan sukan-sukan
————————-
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Dangdanggula
Mega beureum surupna geus burit
Ngalanglayung panas pipikiran
Cikur jangkung jahe koneng
Naha teu palay tepung
Sim abdi mah ngabeunying leutik
Ari ras cimataan
Gedong tengah laut
Ulah kapalang nya bela
Paripaos gunting pameulahan gambir
Kacipta salamina
Ngalanglayung panas pipikiran
Cikur jangkung jahe koneng
Naha teu palay tepung
Sim abdi mah ngabeunying leutik
Ari ras cimataan
Gedong tengah laut
Ulah kapalang nya bela
Paripaos gunting pameulahan gambir
Kacipta salamina
Panambih:
Hiji basa, hiji bangsa
Basa bangsa, Indonesia
Hiji bangsa, hiji nusa
Nusa tunggal, Nusantara
Seler-seler, suku bangsa
Di wewengkon, mana-mana
Sakasuka, sakaduka
Wujud bangsa, Indonesia
Basa bangsa, Indonesia
Hiji bangsa, hiji nusa
Nusa tunggal, Nusantara
Seler-seler, suku bangsa
Di wewengkon, mana-mana
Sakasuka, sakaduka
Wujud bangsa, Indonesia
——————————-
Laras: Pelog, Sorog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Laras: Pelog, Sorog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 26 Agustus 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]
[www.angeltowns3.@]
Durma
Moal ngejat sanajan ukur satapak
Geus dipasti ku jangji
Mun tacan laksana
Numpes musuh sarakah
Heunteu niat seja balik
Najan palastra
Mati di medan jurit
Geus dipasti ku jangji
Mun tacan laksana
Numpes musuh sarakah
Heunteu niat seja balik
Najan palastra
Mati di medan jurit
Panambih:
Di mamana si penjajah
Pada amarah marudah
Manan kapok anggur gawok
Najan dituyuk diragut
Nagri sadayana
Umumna ngabela
Nyempad rosa, pulitik penjajah
Tapi nu ngajajah
Teu pasrah, teu sadrah
Terus meres, ngahina ngarinah
Pada amarah marudah
Manan kapok anggur gawok
Najan dituyuk diragut
Nagri sadayana
Umumna ngabela
Nyempad rosa, pulitik penjajah
Tapi nu ngajajah
Teu pasrah, teu sadrah
Terus meres, ngahina ngarinah
———————
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 27 Agustus 2004
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 27 Agustus 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]
[www.angeltowns3.@]
Parantos diedit 1 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 08:59 ku jamparing.
Gambuh
Watek: bingung, samar polah atawa tambuh laku.
1 Pada := 5 padalisan.
1 Pada := 5 padalisan.
Ngahuleng banget bingung ( 7 – u )
henteu terang ka mana ngajugjug ( 10 – u )
turug turug harita teh enggeus burit ( 12 – i )
panon poe geus rek surup ( 8 – u )
keueung sieun aya meong ( 8 – o )
henteu terang ka mana ngajugjug ( 10 – u )
turug turug harita teh enggeus burit ( 12 – i )
panon poe geus rek surup ( 8 – u )
keueung sieun aya meong ( 8 – o )
Ngahuleng banget bingung
Heunteu terang kamana nya indit
Turug-turug harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun, aya meong
Heunteu terang kamana nya indit
Turug-turug harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun, aya meong
Panambih:
Hulang-huleng, hulang-huleng
Ngahuleng ngaraga meneng
Hate ratug, tutunggulan
Heunteu terang, kaler-kidul
Turug-turug, turug-turug
Harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun aya meong
Ngahuleng ngaraga meneng
Hate ratug, tutunggulan
Heunteu terang, kaler-kidul
Turug-turug, turug-turug
Harita teh, enggeus burit
Panonpoe geus rek surup
Keueung sieun aya meong
———————-
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 27 Agustus 2004
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan
Titimangsa: 27 Agustus 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Gurisa
Kaping: 18.07.2003 13:58
Watek: pangangguran, lulucon atawa tamba kesel.
1 Pada := 8 Padalisan.
1 Pada := 8 Padalisan.
Hayang teuing geura beurang ( 8 – a )
geus beurang rek ka Sumedang ( 8 – a )
nagih anu boga hutang (8 – a )
mun meunang rek meuli soang ( 8 – a )
tapi najan henteu meunang ( 8 – a )
teu rek buru buru mulang ( 8 – a )
rek tuluy guguru nembang ( 8 – a )
jeung diajar nabeuh gambang ( 8 – a)
geus beurang rek ka Sumedang ( 8 – a )
nagih anu boga hutang (8 – a )
mun meunang rek meuli soang ( 8 – a )
tapi najan henteu meunang ( 8 – a )
teu rek buru buru mulang ( 8 – a )
rek tuluy guguru nembang ( 8 – a )
jeung diajar nabeuh gambang ( 8 – a)
Hayang teuing geura beurang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
Panambih:
Hayang teuing geura beurang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
Geus beurang rek ka Sumedang
Nagih ka nu boga hutang
Mun meunang rek meuli soang
Tapi najan henteu meunang
Mo rek buru-buru mulang
Rek terus guguru nembang
Jeung diajar nabeuh gambang
———————-
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 3 September 2004
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 3 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Parantos diedit 1 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 09:03 ku jamparing.
Juru Demung
Mungguh nu hirup di dunya
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti panggih
Jeung dua rupa perkara
Senang paselang jeung bingung
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti panggih
Jeung dua rupa perkara
Senang paselang jeung bingung
Panambih:
Mungguh hirup di alam dunya
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti bakal panggih
Suka bungah jeung kasedih
Dua rupa nu tumiba
Sakabeh jalma di dunya
Senang patumbu jeung bingung
Eta geus tangtu kasorang
Ku kersaning anu agung
Geus pinasti bakal panggih
Suka bungah jeung kasedih
Dua rupa nu tumiba
Sakabeh jalma di dunya
Senang patumbu jeung bingung
Eta geus tangtu kasorang
—————————-
Laras: Pelog Liwu
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 3 September 2004
Laras: Pelog Liwu
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 3 September 2004
Kinanti
Laras: Pelog/Salendro
Watekna: miharep atawa prihatin.
1 Pada := 6 Padalisan
Watekna: miharep atawa prihatin.
1 Pada := 6 Padalisan
kembang ros ku matak lucu ( 8 – u )
nya alus rupa nya seungit ( 8 – i )
henteu aya papadana ( 8 – a )
ratuning kembang sajati ( 8 – i )
papaes di patamanan ( 8 – a )
seungit manis ngadalingding ( 8 – i )
nya alus rupa nya seungit ( 8 – i )
henteu aya papadana ( 8 – a )
ratuning kembang sajati ( 8 – i )
papaes di patamanan ( 8 – a )
seungit manis ngadalingding ( 8 – i )
Budak leutik bisa ngapung
Babaku ngapungna peuting
Nguriling kakalayangan
Neangan nu amis-amis
Sarupaning bungbuahan
Naon bae nu kapanggih
Babaku ngapungna peuting
Nguriling kakalayangan
Neangan nu amis-amis
Sarupaning bungbuahan
Naon bae nu kapanggih
Panambih:
Ari beurang ngagarantung
Pinuh dina dahan kai
Disarada patembalan
Nu kitu naon ngaranna
Pinuh dina dahan kai
Disarada patembalan
Nu kitu naon ngaranna
————————
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.com)
Titimangsa: 3 September 2004
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.com)
Titimangsa: 3 September 2004
Ladrang
Aya hiji rupa sato leutik
Engkang-engkang, engkang-engkang
Sok luluncatan di cai
Ari bangun arek sarupa jeung lancah
Engkang-engkang, engkang-engkang
Sok luluncatan di cai
Ari bangun arek sarupa jeung lancah
Panambih:
Coba teguh masing telik
Eta gambar sidik-sidik
Sato naon kitu wanda
Reujeung dimana ayana
Eta gambar sidik-sidik
Sato naon kitu wanda
Reujeung dimana ayana
————————-
Laras:
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Laras:
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]
[www.angeltowns3.@]
Lambang
Watek: banyol atawa pikaseurieun.
Unggal Pada diwangun ku opat Padalisan.
Unggal Pada diwangun ku opat Padalisan.
Nawu kubang sisi tegal ( 8 – a )
nyair bogo meunang kadal ( 8 – a )
atuh teu payu dijual ( 8 – a )
rek didahar da teu halal ( 8 – a )
nyair bogo meunang kadal ( 8 – a )
atuh teu payu dijual ( 8 – a )
rek didahar da teu halal ( 8 – a )
Panambih:
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Nyiar bogo meunang kadal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Nawu kubang sisi tegal
Nyiar bogo meunang kadal
Meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Da teu halal
Nyiar bogo meunang kadal
Meunang kadal
Atuh teu payu dijual
Rek didahar da teu halal
Da teu halal
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.com)
Titimangsa: 4 September 2004
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.com)
Titimangsa: 4 September 2004
Magatru
Majalaya, Ciparay, Banjaran, Bandung
Kopo reujeung Cisondari, Cicalengka, Ujung Berung
Rajamandala, Cimahi
Leles, Limbangan, Tarogong
Kopo reujeung Cisondari, Cicalengka, Ujung Berung
Rajamandala, Cimahi
Leles, Limbangan, Tarogong
Panambih:
Sukuna pakepit tilu
Panonna opat harerang
Leumpangna semu nu lesu
Ngalengkah teu bisa gancang
Panonna opat harerang
Leumpangna semu nu lesu
Ngalengkah teu bisa gancang
————————-
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 4 September 2004
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 4 September 2004
Maskumambang
Dikintun: koryati (202.51.230.139)
Kaping: 17.02.2004 09:52
Kaping: 17.02.2004 09:52
Pupuh : Maskumambang
Duh manusa mana kaniaya teuing
teu aya rasrasan
abong ka mahluk nu laip
nyiksa henteu jeung aturan
teu aya rasrasan
abong ka mahluk nu laip
nyiksa henteu jeung aturan
Hulu abdi karaosna langkung nyeri
tulang asa bejad
tanduk mah pon kitu deui
taya raoskeuneunnana
tulang asa bejad
tanduk mah pon kitu deui
taya raoskeuneunnana
Na dikinten abdi mo ngarasa nyeri
pedah kabisan
tapi yaktosna mah abdi
ngan bakating kumawula
pedah kabisan
tapi yaktosna mah abdi
ngan bakating kumawula
Oge margi anjeun rupina ka abdi
miwarang jeung maksa
buktina disina jurit
kalawan jeung dihatean
miwarang jeung maksa
buktina disina jurit
kalawan jeung dihatean
Pileuleuyan dunya pisah sareng abdi
moal bisa panjang
abdi ningal bumi langit
rek mulang ka kalanggengan
moal bisa panjang
abdi ningal bumi langit
rek mulang ka kalanggengan
jst.
Mijil
Mesat ngapung putra Sang Arimbi
Jeung mega geus awor
Beuki lila beuki luhur bae
Larak-lirik ninggali ka bumi
Milari sang rai
Pangeran Bimanyu
Jeung mega geus awor
Beuki lila beuki luhur bae
Larak-lirik ninggali ka bumi
Milari sang rai
Pangeran Bimanyu
Panambih:
Aduh Gusti nu Kawasa
Jisim abdi ageung dosa
Pangna abdi gering nangtung
Reh ka sepuh wantun nundung
Jisim abdi ageung dosa
Pangna abdi gering nangtung
Reh ka sepuh wantun nundung
———————-
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 10 September 2004
Laras: Pelog
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 10 September 2004
Sumber:
[www.angeltowns3.@]
[www.angeltowns3.@]
Pangkur
Watek: nafsu, lumampah atawa sadia rek perang.
Unggal Pada diwangun kutujuh Padalisan.
———-
Unggal Pada diwangun kutujuh Padalisan.
———-
Seja nyaba ngalalana ( 8 – a )
ngitung lembur ngajajah milang kori ( 12 – i )
henteu puguh nu dijugjug ( 8 – u )
balik paman sadaya ( 7 – a )
nu ti mana tiluan semu rarusuh ( 12 – u )
Lurah Begal ngawalonan ( 8 – a )
“Aing ngaran Jayapati”( 8 – i )
ngitung lembur ngajajah milang kori ( 12 – i )
henteu puguh nu dijugjug ( 8 – u )
balik paman sadaya ( 7 – a )
nu ti mana tiluan semu rarusuh ( 12 – u )
Lurah Begal ngawalonan ( 8 – a )
“Aing ngaran Jayapati”( 8 – i )
Panambih:
Euleuh itu budak gembul
Awak gembru bayuhyuh gawena kedul
Ukur heuay jeung nundutan
Ka sakola unggal poe kabeurangan
He barudak tong nurutan
Ka nu gembul kokomoan
Bisi kedul jeung ogoan
Awal akhir katempuhan
Awak gembru bayuhyuh gawena kedul
Ukur heuay jeung nundutan
Ka sakola unggal poe kabeurangan
He barudak tong nurutan
Ka nu gembul kokomoan
Bisi kedul jeung ogoan
Awal akhir katempuhan
————————-
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Pucung
Watekna piwuruk, wawaran, atawa mepelingan.
Unggal Pada diwangun ku opat Padalisan.
———
Unggal Pada diwangun ku opat Padalisan.
———
Estu untung nu bisa mupunjung indung ( 12 – u )
jeung nyenangkeun bapa ( 6 – a )
tanda yen bagjana gede ( 8 – e )
hitup mulus kaseundeuhan ku berekah ( 12 – a )
jeung nyenangkeun bapa ( 6 – a )
tanda yen bagjana gede ( 8 – e )
hitup mulus kaseundeuhan ku berekah ( 12 – a )
Lutung buntung luncat kana tunggul gintung
Monyet loreng leupas
luncat kana pager dengdek
Bajing kuning jaralang belang buntutna
Monyet loreng leupas
luncat kana pager dengdek
Bajing kuning jaralang belang buntutna
Panambih:
Hayu batur urang diajar sing suhud
Ulah lalawora bisi engke henteu naek
Batur seuri urang sumegruk nalangsa
Ulah lalawora bisi engke henteu naek
Batur seuri urang sumegruk nalangsa
————————
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Laras: Salendro
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[lssitb.f2o.org]
[geocities.@]
[lssitb.f2o.org]
Parantos diedit 1 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 09:27 ku jamparing.
Sinom
Watekna gumbira.
Unggal Pada diwangun ku salapan Padalisan.
Unggal Pada diwangun ku salapan Padalisan.
Contona :
Di wetan fajar balebat ( 8 – a )
panon poe arek bijil ( 8 – i )
sinarna ruhay burahay ( 8 – a )
kingkilaban beureum kuning ( 8 – i )
campur wungu saeutik ( 7 – i )
kaselapan semu biru ( 8 – u )
tanda Batara Surya ( 7 – a )
bade lumungsur ka bumi ( 8 – a )
murub mubyar langit sarwa hurung herang ( 12 – a )
Di wetan fajar balebat ( 8 – a )
panon poe arek bijil ( 8 – i )
sinarna ruhay burahay ( 8 – a )
kingkilaban beureum kuning ( 8 – i )
campur wungu saeutik ( 7 – i )
kaselapan semu biru ( 8 – u )
tanda Batara Surya ( 7 – a )
bade lumungsur ka bumi ( 8 – a )
murub mubyar langit sarwa hurung herang ( 12 – a )
Warna-warna lauk empang
Aya nu sami jeung pingping
Pagulung patumpang-tumpang
Ratna Rengganis ninggali
Warnaning lauk cai
Lalawak pating suruwuk
Sepat pating karocepat
Julung-julung ngajalingjing
Sisi balong balingbing, sisi balungbang
Aya nu sami jeung pingping
Pagulung patumpang-tumpang
Ratna Rengganis ninggali
Warnaning lauk cai
Lalawak pating suruwuk
Sepat pating karocepat
Julung-julung ngajalingjing
Sisi balong balingbing, sisi balungbang
Panambih:
Harta pada nareangan
Harti pada narabahan
Harta harti sarwa guna
Pada bisa mere bukti
Bisa hasil sapaneja
Sok nyumponan cita-cita
Harta harti song mangpaat
Dapon diraksa taliti
Harti pada narabahan
Harta harti sarwa guna
Pada bisa mere bukti
Bisa hasil sapaneja
Sok nyumponan cita-cita
Harta harti song mangpaat
Dapon diraksa taliti
———————-
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Laras: Madenda
Vokal: Seniman/wati RRI Bandung
Sumber: Dokumen RRI Bandung
Encryptor: Ki Hasan (khs579@yahoo.@#$%&)
Titimangsa: 11 September 2004
Sumber:
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
[geocities.@]
[www.angeltowns3.@]
Parantos diedit 2 kali. Editan pamungkas dina 13.10.04 09:30 ku jamparing.
Wirangrong
Barudak mangka ngalarti
Ulah rek kadalon-dalon
Enggon-enggon nungtut elmu
Mangka getol mangka tigin
Pibekeleun sarerea
Modal bakti ka nagara
Ulah rek kadalon-dalon
Enggon-enggon nungtut elmu
Mangka getol mangka tigin
Pibekeleun sarerea
Modal bakti ka nagara
Panambih:
He barudak mangka ngarti
Ulah rek kadalon-dalon
Nungtut elmu jeung pangarti
Masing rajin soson-soson
Pibekeleun hirup tandang
Modal bakti ka nagara
Lemah cai anu urang
Perlu dijaga dibela
Ulah rek kadalon-dalon
Nungtut elmu jeung pangarti
Masing rajin soson-soson
Pibekeleun hirup tandang
Modal bakti ka nagara
Lemah cai anu urang
Perlu dijaga dibela
CARITA SUNDA
Cerita Lucu Sunda
Aya saabrulan cucurut bikang balik arisan. Di satengahing perjalan galecok ngobrol."Bulan hareup pun anak nu awewe rek kawin. Alhamdulillah, pisalakieunana teh pilot," ceuk cucurut bikang nu rada lintuh nyarita ka baturna.
"Kawin ka pilot ? Asa teu ngandel ?" tembal cucurut bikang nu sejenna.
"Naha make teu ngandel, yeuh tempo fotona !" ceuk cucurut nu rada lintuh bari nyokot foto tina loketna, song diasongkeun ka babaturanana.
"Mana pilot ? Lain pilot, ieu mah ... lalay ?" tembal baturna bari ngehkey seuri.
"Ema, ari nu melak pare saha ?" ceuk Ocad nanya ka Ceu Ikoh.
"Patani," tembal Ceu Ikoh.
"Ari nu ngala lauk di laut, terus dijieun asin saha ?"
"Nelayan,"
"Ari nu ngajarkeun jalma jadi pinter saha ?"
"Guru,"
"Ari nu nganteurkeun urang ka tempat anu jauh saha ?"
"Supir,"
"Ari nu mantuan Ema ngalahirkeun saha ?"
"Paraji,"
"Ke, geuning kabeh ge batur nya ? Terus ari Si Bapa gawe naon bae atuh ?" ceuk Ocad bari kerung.
"Ema, ari Ocad asalna ti mana ?" ceuk Ocad nanya, bari melong beungeut Ceu Ikoh.
Ceu Ikoh teu waka ngajawab, kalah silih pelong jeung Kang Suryana.
"Kieu, Cad. Asalna mah Bapa teh kawin ka Ema. Terus Ema teh kakandungan. Ari nu nyababkeun kakandungan teh tepungna bapa sareng ema. Ocad teh dikandung dina jero beuteung Ema lilana salapan bulan, nya lahir Ocad," ceuk Kang Suryana mangnembalankeun.
"Ih, geuning saur Ceu Tini mah asalna ti Tasik ?" tembal Ocad semu bingung.
"Abdi mah muji, ningal Bapa sareng Ibu, ti barang lebet ka mall teras pacepeng-cepeng panangan. Leres-leres nembongkeun kulawarga anu harmonis," ceuk saurang satpam di hiji mall nyarita ka Kang Suryana jeung Ceu Ikoh anu leumpang bari pacekel-cekel leungeun.
"Ih, pacekel-cekel leungeun teh lain dumeh harmonis, sabab lamun leungeun Bapa dileupaskeun, si Ibu mah bakal terus balanja," tembal Kang Suryana bari beuki pageuh nyekelan leungeun Ceu Ikoh.
Geus jadi kabiasaan, lamun hayang sapatemon teh Kang Suryana sok noel Ceu Ikoh bari ngaharewos "Urang teteleponan yu !". Tapi lantaran pasea jeung geus saminggu teu patanya, waktu aya kahayang, Kang Suryana nitah ka Ocad, pokna "Ka indung maneh bejakeun, Bapa hayang nelepon kituh !".
Teu kungsi lila Ocad geus norojol deui, "Ceuk Si Ema, moal bisa nelepon Pa, sabab euweuh sinyal ?" ceuk Ocad laporan.
"Mun kitu, bejakeun ka indung maneh, Bapa rek nelepon di luar we ?".
Buru-buru Ocad nyampeurkeun Ceu Ikoh nu keur masak di dapur. Teu lila nepungan deui Kang Suryana, terus laporan.
"Ceuk Si Ema, lamun Bapa bener-bener rek nelepon di luar, cenah Si Ema sakalian rek muka wartel !"
Waktu kotak sumbangan ngaliwat ka hareupeunana, Kang Suryana ngusiwel ngaluarkeun dompet, nyokot duit rebuan salambar, terus diasupkeun kana kotak. Memeh kotak diiderkeun deui ka nu sejen, aya anu noel ti tukang bari ngasongkeun duit ratusan rebu dua lambar. Bari nyerengeh, Kang Suryana nampanan eta duit, terus diasupkeun kana kotak.
Rengse Jumaahan, Kang Suryana nanya ka jalma nu tadi ngasongkeun duit tea. "Naha mani ageung-ageung teuing ngalebetan kotak sumbangan teh ? Mani dua rartus rebu ?"
"Ih, da sanes artos abdi. Apan eta artos teh ragrag tina loket Bapa," ceuk eta jalma nerangkeun.
Kang Suryana ngadadak puyeng, terus pingsan di emper masjid.
"Ustad, abdi bade naroskeun. Apan Ustad kantos nyebatkeun yen kanyaah pangeran teh aya anu didugikeun ka urang dina bentuk ujian. Tah, waktos abdi kamari udur saminggu, naha eta teh mangrupa kanyaah pangeran anu didugikeun ka abdi dina bentuk panyakit ?" ceuk Kang Suryana nanya ka Ustad.
"Ih, sanes. Eta mah bentuk kanyaah pangeran ka dokter, supados nambihan pangasilanana," tembal Ustad daria naker.
"Ocad, geuning anak ucing teh paeh ?" ceuk Kang Suryana siga nu kaget.
"Apan ku abdi diseuseuh, eh ... dimandian ngangge rinso," tembal Ocad.
"Naha nepi ka make paeh kieu ?"
"Waktos nuju dirinsoan mah teu nanaon, mung waktos nuju dipeureut, eta anak ucing ujug-ujug paeh" ceuk Ocad daria naker.
"Naon nu karaos teh ?" ceuk dokter nanya ka Kabayan.
"Abdi teh gaduh kabingung, unggal tabuh 6 enjing-enjing sok kahampangan ?" ceuk Kabayan bari neuteup beungeut dokter."
"Ih, eta mah normal ?"
"Sareng unggal-unggal tabuh 7-na, abdi sok kabeuratan ?"
"Eta oge normal. Kahampangan sareng kabeuratan anu lancar, nuduhkeun sistim pencernaan sareng metabolisma awak urang sae. Teu kedah dijantenkeun masalah ?"
"Ari kanggo abdi mah janten masalah ageung Dok, margi abdi gugah bobona tabuh 9 !" ceuk Kabayan siga nu era.
Waktu Ocad keur marab domba, jol Pa Camat.
Pa Camat : Sok diparab naon dombana, Cad ?
Ocad : Domba nu hideung atanapi nu bodas, Pa ?
Pa Camat : Nu hideung ?
Ocad : Sok diparab jukut.
Pa Camat : Ari nu bodas ?
Ocad : Sami, sok diparab jukut.
Pa Camat : Sabaraha kg beuratna, Cad ?
Ocad : Domba nu hideung atanapi nu bodas, Pa ?
Pa Camat : Anu hideung ?
Ocad : Nu hideung mah 40 kg.
Pa Camat : Ari nu bodas ?
Ocad : Sami, 40 kg.
Pa Camat (keuheul) : Ke, naon sababna unggal ditanya ku Bapa Ocad sok nanya deui anu hideung atawa nu bodas, geuning jawabanana mah sarua ?
Ocad : Ih, apan benten nu gaduhna. Ari nu hideung mah domba nu abdi.
Pa Camat : Ari nu bodas ?
Ocad : Sami, nu abdi keneh.
Kabayan boga niat hayang nyandung. Lantaran ngomong satarabasna mah bisi Nyi Iteung ngambek jeung teu ngidinan, nya nulis sajak. Unina:
Iteung, beubeulahan hate.
Upama Iteung teh bumi, nya Akang panonpoena anu nyaangan unggal waktu.
Mangka inget, Akang anu salawasna nyorotkeun cahaya
kadang-kadang ngalantarankeun bumi silo.
Saterusna akang perlu nyebutkeun, yen Gusti Alloh teh teu nyiptakeun bumi wungkul, tapi jeung planet-planet nu sejenna.
Eta planet teh sami, pada-pada perlu kasinaran.
Jadi, Iteung sing rela upama Akang boga maksud hayang nyinaran
planet nu sejenna.
Kanyataan kitu teh mangrupa kodrat, nu kudu ditarimakeun ku Iteung.
Sabada maca eta sajak, gutrut Ceu Iteung ngajawab ku sajak deui. Unina:
Kang Kabayan, panutan Iteung.
Upami Akang leres panonpoe anu salamina nyumirat ka satungkebning bumi kalawan adil, Iteung rela cahaya Akang disumorotkeun ka planet nu sanesna.
Namung Iteung apal, gagaduhan Akang mah apan sanes panonpooe, mung saukur LILIN PONDOK, anu nyaangan kamar urang oge kakalicesan, lir bohlam 5 watt.
Kacindekanana, upama Akang rumasa mung gaduh LILIN PONDOK, ulah nyoba-nyoba hayang nyandung, bisi DIKETIG !!!
"Mogok, Pa ?" ceuk Ocad nanya ka bapa-bapa anu keur menerkeun mobilna.- See more at: http://www.poztmo.com/2013/04/cerita-lucu-bobodoran-sunda.html#sthash.VqDyaVZv.dpuf
"Enya, setirna ngala ka kenca," tembal eta bapa-bapa.
"Ih, sae keneh ngala ka kenca setir mah. Janten upami ti Bandung Bapa bade ka Garut, ke mobil teh bakal dugina ka Sumedang. Tah di Sumedang Bapa tiasa ngaborong tahu," ceuk Ocad teu kireum-kireum.
"Ari Ujang kungsi dibanting ku koncri roda ?" ceuk eta bapa-bapa siga nu napsu.
Selasa, 18 Juni 2013
PANTUN BASA SUNDA
Pantun Lucu Bahasa Sunda
Aya roda na tanjakan, katinggang ku pangpung jengkol
Aya randa gogoakan, katinggang ku pohpor banpol
Batok kohok wadah huut, meuli eunteung jang bikeuneun
Budak montok gede hitut, nyeri beuteung, jeungjeuriheun
Kembang cula kembang tanjung, kembang sagala domdoman
Rek sabulan rek sataun, moal weleh diantosan..
[ Hendripamungkasred ]
Mulung tanjung tengah gunung, meunang cangkilung saguruntul
Nurus tunjung mbah dukun, ceunah nulung malah rahul
Pedah kuring kuralang kuriling, ucing ge'ring ngahariring
Tengah peuting jempaling jempling, kuring nyaring hayang ngising
Hayu mupu tiwu, ohan malah mobok pagu
Huntu linu murukusaunu, bongan tara ngosok huntu
Ka Jampang mawa pakarang, ajang pe'rang makalangan
Ka akang naha sale'mpang, akang sayang ngan ka yayang
Kaso pondok kaso panjang, kaso ngaroyong ka mimbar
Sono mondok sono nganjang, sono ngaloyor ka kamar
Saha we nu bade nyangke, kamari abdi nu ngajagi
Bebende nu hade hate, pamatri ati nu sajati
Colenak enak dicocol, Komo mun tambah kalapa
Beletak pitak ditakol , Poho mun sirah mitoha ..... Hampura abah teu dihaja!!!
Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok
Tai cakcak ninggang huntu, laun-laun nya dilebok..
[ Herdipamungkasred ]
Rincik rincang rincik rincang, aya roda na tanjakan
Sidik pisan sidik pisan, nyai teh bogoh ka akang..
[ Herdipamungkasred]
Cikaracak ninggan batu, Laun-laun jadi legok
Nincak ruhak dina batu,Laun-laun ngagorowok
Budak leutik bisa ngapung, Eta kalong ngrana
Botak saeutik jiga celempung, Asa hoyong ngarampa
Iwung bungkulna maju, nangka tangkalna dibabad
Indung tunggul rahayu, Bapak tangkal darajat
Daun hiris dibeungkeutan, dibawa ka juru leuiit
Anu geulis ngadeukeutan hayangeun dibere duit
Opat baris salah nyambung, mun tukang kakara ngabangun
Omat geulis ulah pundung, mun akang kapaksa nyandung
Aya listrik di masigit, caangna kamana - mana
Aya istri jangkung alit, hanyakal geuning waria
Sumber : http://www.karyapuisi.com/2011/02/pantun-lucu-bahasa-sunda-sisindiran.html#ixzz2WZqqtQ4V
Aya roda na tanjakan, katinggang ku pangpung jengkol
Aya randa gogoakan, katinggang ku pohpor banpol
Batok kohok wadah huut, meuli eunteung jang bikeuneun
Budak montok gede hitut, nyeri beuteung, jeungjeuriheun
Kembang cula kembang tanjung, kembang sagala domdoman
Rek sabulan rek sataun, moal weleh diantosan..
[ Hendripamungkasred ]
Mulung tanjung tengah gunung, meunang cangkilung saguruntul
Nurus tunjung mbah dukun, ceunah nulung malah rahul
Pedah kuring kuralang kuriling, ucing ge'ring ngahariring
Tengah peuting jempaling jempling, kuring nyaring hayang ngising
Hayu mupu tiwu, ohan malah mobok pagu
Huntu linu murukusaunu, bongan tara ngosok huntu
Ka Jampang mawa pakarang, ajang pe'rang makalangan
Ka akang naha sale'mpang, akang sayang ngan ka yayang
Kaso pondok kaso panjang, kaso ngaroyong ka mimbar
Sono mondok sono nganjang, sono ngaloyor ka kamar
Saha we nu bade nyangke, kamari abdi nu ngajagi
Bebende nu hade hate, pamatri ati nu sajati
Colenak enak dicocol, Komo mun tambah kalapa
Beletak pitak ditakol , Poho mun sirah mitoha ..... Hampura abah teu dihaja!!!
Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok
Tai cakcak ninggang huntu, laun-laun nya dilebok..
[ Herdipamungkasred ]
Rincik rincang rincik rincang, aya roda na tanjakan
Sidik pisan sidik pisan, nyai teh bogoh ka akang..
[ Herdipamungkasred]
Cikaracak ninggan batu, Laun-laun jadi legok
Nincak ruhak dina batu,Laun-laun ngagorowok
Budak leutik bisa ngapung, Eta kalong ngrana
Botak saeutik jiga celempung, Asa hoyong ngarampa
Iwung bungkulna maju, nangka tangkalna dibabad
Indung tunggul rahayu, Bapak tangkal darajat
Daun hiris dibeungkeutan, dibawa ka juru leuiit
Anu geulis ngadeukeutan hayangeun dibere duit
Opat baris salah nyambung, mun tukang kakara ngabangun
Omat geulis ulah pundung, mun akang kapaksa nyandung
Aya listrik di masigit, caangna kamana - mana
Aya istri jangkung alit, hanyakal geuning waria
Sumber : http://www.karyapuisi.com/2011/02/pantun-lucu-bahasa-sunda-sisindiran.html#ixzz2WZqqtQ4V
Minggu, 09 Juni 2013
Cara Membuat Daging Rendang Padang
Resep Cara Membuat Daging Rendang Padang Asli Enak - resep rendang adalah salah satu makanan khas indonesia yang tentunya sangat disukai oleh seluruh orang, bahkan sampai di luar negeri pun ada penjual yang menjual makanan khas warung padang indonesia ini, seperti di negara australia. Resep Cara Membuat Daging Rendang Padang Asli Enak, merupakanresep daging rendang padang yang tentunya mudah untuk dibuat sendiri dirumah. resep daging rendang ini menggunakan beberapa bahan rempah-rempah yang tentunya menambah kelezatan dan kenikmatan rasa lauk daging rendang ini. Karena cara membuat daging rendang padang ini sangat mudah, yuk kita langsung coba buat saja daging rendang padang ini dirumah.
Daging Rendang Padang
1 kg Daging tanpa lemak, potong dan cuci bersih lalu tiriskan
3 butir kelapa tua parut, buat menjadi santan kental
Bahan Bumbu Daging Rendang Padang, (dihaluskan) :
20 btr Bawang merah
10 siung Bawang putih
2 ruas jari Jahe
1 ons Cabe merah giling
1 sdt merica
Bahan Bumbu Rendang lainnya :
Lengkuas, dimemarkan
3 btg Sereh, geprek bagian putihnya
3 buah Bunga pekak
5 lbr Daun jeruk
3 lbr Daun salam
2 lbr Daun kunyit, sobek-sobek
Bumbu Pelengkap Daging Rendang Padang :
1 sdm Kelapa serundeng giling (kelapa parut di sangrai sampai berwarna coklat, kemudian di giling halus hingga keluar minyaknya)
1 sdm Hati sapi rebus, di giling halus
1 sdm Air asam
Garam, secukupnya
Gula pasir, secukupnya
Cara Membuat Daging Rendang Padang :
1. Ungkep daging dengan bumbu halus, biarkan air daging keluar dan tunggu hingga air ungkepan kering.
2. Tuang santan, kemudian masukkan semua bumbu kecuali bumbu pelengkap, dan aduk hingga rata.
3. Aduk-aduk santan hingga santan mendidih dan jangan sampai santan pecah.
4. Kecilkan api, masak sampai daging rendang dan bumbu mengeluarkan minyak.
5. Masukkan bumbu pelengkap daging rendang padang, aduk rata.
6. Masak terus sambil sesekali diaduk-aduk agar tidak lengket. Masak sampai bumbu rendang agak mengering atau berdedak dan berwarna coklat.
7. Sajikan dengan nasi hangat.
1. Saat memasak menggunakan santan agar santan tidak pecah, cara yang sebaiknya dilakukan adalah Gunakan gerakan menimba saat mengaduk-aduk santan ketika proses memasak. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar santan tidak pecah saat dimasak.
2. Kalau ingin daging cepat empuk, saat setelah daging dicuci dan dipotong-potong, sebaiknya dipukul-pukul dulu atau digeprak agar daging menjadi agak pipih, baru kemudian dimasak dan diungkep dengan bumbu.
Seperti itulah Resep Cara Membuat Daging Rendang Padang Asli Enak yang Tempat Online Ku sajikan kali ini. semoga bisa menambah ilmu para sobat onliners, dan bisa memperkaya resep daging untuk menu idul adha tahun ini. Jangan lupa coba resep daging idul adha yang lainnya karena ada resep membuat daging beef teriyaki mudah enak, lalu coba jugaresep cara membuat daging sapi lada hitam spesial enak dan menu idul adha yang paling wajib yaitu resep cara membuat sate kambing empuk bumbu kecap.
Salam Onliners
Langganan:
Komentar (Atom)

